Pendidikan yang terobsesi oleh Pengetahuan

Tag

, , , ,

Pada tingkat kebijakan – di banyak negara – pendidikan yang terobsesi oleh pengetahuan. Tapi filsuf Simon Blackburn berpendapat bahwa pengetahuan itu sendiri tidak cukup karena  tujuan akhir siswa adalah pencapaian kebijaksanaan.

Pengetahuan dan kebijaksanaan:
Para Filsuf cenderung tidak mempercayai kata benda abstrak seperti ini. Alih-alih bertanya “Apa itu pengetahuan?” Atau “Apa itu kebijaksanaan?” Kita melihat penggunaan dan perbedaannya pada kehidupan sehari-hari sebetulnya banyak. Beberapa orang tahu apa itu atau siapa yang tahu bahwa Bumi bulat dan atmosfernya saat ini sedang memanas. Orang nampaknya bisa berinvestasi dengan bijak, makan atau minum dengan bijak. Dalam kasus-kasus yang biasa ini, tidak ada perbedaan yang mencolok: “Jika kita menganggap pasangan telah membesarkan anak-anak mereka dengan bijak, kita mungkin juga mengatakan bahwa mereka tahu bagaimana membesarkan anak-anak mereka dengan baik.”

Tapi sejumla pengetahuan tampaknya tidak ada hubungannya dengan kebijaksanaan. Anda tidak bisa secara alami dikatakan bermain golf dengan bijak, betapa pun rendahnya Handicap Anda dan betapapun baiknya Anda tahu bagaimana bermainnya. Anda mungkin dengan bijaksana mencurahkan sejumlah waktu – untuk berlatih atau bermain golf sendiri.

Pengetahuan memiliki perhatian paling besar dalam pendidikan dan tradisi filosofis Barat. Plato mengemukakan bahwa pengetahuan adalah keyakinan sejati ditambah Logo (Logik), yang berarti sesuatu yang mirip dengan alasan atau rasional. Idenya adalah bahwa dugaan (guess) atau firasat (hunch)  bisa berubah menjadi kenyataan. Tetapi tidak ada artinya bila tidak ada dukungan yang tepat sebagai bukti seseorang mengetahui sesuatu. Pengamatan yang cermat, kesimpulan yang masuk akal, sumber terpercaya, catatan keberhasilan dan reliabilitas data semua berkontribusi pada hal ini, dan kadang-kadang berhasil.

Seperti peribahasa:

Sebuah kata yang bijak tidak diperlukan. Hanya orang bodoh yang membutuhkan nasehat (A word to the wise ain’t necessary. It’s the stupid ones that need the advice)  – Bill Cosby

image

 

Iklan

Dosen Indonesia 2014 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 16.000 kali di 2014. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 6 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Motivasi Mahasiswa Menyelesaikan Studinya

Tag

, , , , , ,

Motivasi berasal dari bahasa latin yaitu movere yang berarti bergerak atau menggerakkan. Motivasi diartikan juga sebagai suatu kekuatan sumber daya yang menggerakkan dan mengendalikan perilaku manusia. Motivasi sebagai upaya yang dapat memberikan dorongan kepada seseorang untuk mengambil suatu tindakan yang dikehendaki, sedangkan motif sebagai daya gerak seseorang untuk berbuat. Karena perilaku seseorang cenderung berorientasi pada tujuan dan didorong oleh keinginan untuk mencapai tujuan tertentu.

Seorang mahasiswa kadang mengalami penurunan semangat untuk menyelesaikan studinya, tugas seorang dosen lah untuk menyemangatinya. Bahkan seorang dosen dapat “menggampar mahasiswa” dengan caranya sendiri seperti yang dilakukan Pak I Made Andi Arsana 🙂

Millions watching lectures? Who knew?

Tag

, , , , , ,

Jutaan orang mengikuti kuliah? Siapa tahu?

Setiap tahun, banyak mahasiswa yang masuk Universitas Daring (Online University). Gimana ya dengan nasib kuliah mereka?

Ya….Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini membawa berbagai perubahan dalam kehidupan manusia. Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi ((TIK) semakin dirasakan di berbagai sektor, utamanya di bidang pendidikan. Peran TIK dalam pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan sebagai salah satu pilar pembangunan bangsa. Peningkatan kualitas pendidikan menjadi prioritas dengan kesadaran bahwa keberhasilan suatu bangsa di masa depan sangat tergantung pada kualitas pendidikan. Oleh karena itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sangat serius menempatkan pilar-pilar pendidikan melalui misinya yang dikenal dengan 6 K yaitu Ketersediaan, Keterjangkauan, Kualitas, Relevansi dan Kebudayaan, Kesetaraan dan Kepastian. Sumber belajar merupakan salah satu aspek dalam pendidikan yag harus tersedia, terjangkau, berkualitas, relevan dengan kebutuhan dunia kehidupan bermasyarakat, dan dapat diakses oleh semua, dengan tidak membedakan jenis kelamin, usia, agama, ras, serta dijamin kepastian dalam aksesibilitinya. Saat ini ketercapaian cita-cita tersebut dapat dilakukan hanya dengan satu kata yaitu TEKNOLOGI. Perkembangan Teknologi informasi dan komunikasi sudah sedemikian pesatnya, yang berdampak pada mudahnya orang berjejaring sosial, dan mendapat akses informasi, serta beinteraksi langsung tanpa batas ruang dan waktu.

Untuk itu…..Dalam rangka menjalankan misinya untuk mencapai visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah berupaya membuka akses dengan menggunakan teknologi jaringan, dan teknologi komunikasi. Adanya Buku Sekolah Elektronik, dan Rumah Belajar merupakan sarana yang ampuh bagi peserta didik untuk belajar tanpa mengenal keberadaannya dan waktunya. Pembelajaran ini sangat efisien, karena sumber belajar yang sama dapat digunakan oleh ribuan orang dalam waktu yang bersamaan. Pembelajaran akan menarik terutama bagi mahasiswa, jika informasi yang dihadirkan dalam sarana tersebut mudah dipahami, menyenangkan, membuat peserta belajar semakin penasaran untuk lebih tahu, dan murah. Konten yang lengkap, jelas, menumbuhkan minat belajar, akan semakin digemari sampai tumbuhnya masyarakat yang cerdas, kaya pengetahuan, bahkan sampai berkemampuan mengembangkan ilmu pengetahuannya melalui percobaan, penelitian, kajian yang akhirnya akan berdaya dengan pengembangan kompetensinya.

Melalui program Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu (PDITT), Kemdikbud melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) bersama beberapa perguruan tinggi berpartisipasi untuk menyelenggarakan kuliah daring sebagai aksi nyata untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut di atas dalam jangka panjang. Dalam jangka pendek ini kita berupaya untuk meningkatkan mutu perkuliahan di perguruan tinggi yang dilaksanakan melalui jaringan untuk direalisasikan sebagai kuliah daring. Peningkatan mutu kuliah dalam jaringan dicapai melalui penerapan standar proses dan standar isi dalam pengembangan mata kuliah yang diselenggarakan dalam platform PDITT. Standar isi dan standar proses ini mengacu pada standar nasional pendidikan dan ISO 19796 serta ISO 29163.

TED Blog

June_at_Webbies_crop.jpgTED.com picked up three Webbies on Tuesday night at the 2008 Webby Awards ceremony in New York City. Which means that June Cohen (left), Director of TED Media, got 15 words total to thank the academy and our millions of viewers. Her first five-word speech: “Millions watching lectures? Who knew?”

TED.com’s awards: Best Podcast; Best Navigation/Structure; and Best Visual Design – Function.

We’re honored to be chosen for these awards — and even more honored by the fact that so many people are sharing these Ideas Worth Spreading.

Lihat pos aslinya