Online Learning Sebagai Disaster Recovery Untuk Pembelajaran Saat Bencana Terjadi

Tag

, , , , , , , , ,

Gedung STIE Kerjasama, Jalan Porwanggan No. 549, Purwo Kinanti, Pakualaman, Kota Yogyakarta, roboh akibat gempa di Yogyakarta pada 26 Mei 2006.(KOMPAS/DAVY SUKAMTA)

Gedung STIE Kerjasama, Jalan Porwanggan No. 549, Purwo Kinanti, Pakualaman, Kota Yogyakarta, roboh akibat gempa di Yogyakarta pada 26 Mei 2006.(KOMPAS/DAVY SUKAMTA)

Sepanjang tahun 2017, Indonesia mencatat rangkaian peristiwa penting, tak terkecuali bencana alam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa ada 2.175 kejadian bencana di Indonesia sejak awal tahun hingga 4 Desember 2017. Kejadian itu terdiri dari banjir (737 kejadian), puting beliung (651 kejadian), tanah longsor (577 kejadian), kebakaran hutan dan lahan (96 kejadian), banjir dan tanah longsor (67 kejadian), kekeringan (19 kejadian), gempa bumi (18 kejadian), gelombang pasang/abrasi (8 kejadian), serta letusan gunung api (2 kejadian).

Gangguan atau “bencana” di kampus  mungkin mempengaruhi pembelajaran atau kuliah ketika fokusnya adalah dosen di podium  kelas. Sistem administrasi pendidikan mungkin gagal atau tidak berfungsi saat itu, tapi kelas dan pembelajaran harus terus dilanjutkan dimanapun dan kapanpun (kecuali jika bencana ada pada skala yang sangat besar).

Bagaimana bila institusi menyediakan “program online” atau menawarkan “blended learning” pada saat bencana? Dapatkah kampus melayani penggunanya 24 jam 7 hari seminggu tidak peduli apa yang terjadi? Kampus perlu untuk dapat melakukan itu –  itulah salah satu keunggulan  dari e-learning.

Dalam era mahasiswa pengguna TIK,  ruang kelas tanpa batas dan “blended learning”, kontinuitas kemampuan e-Learning yang “fault-tolerant” dan sangat andal harus tersedia di kampus.

Sistem e-Learning harus siap di lingkungan virtualisasi, “cloud computing” dan komunikasi terpadu sehingga semua itu mencerminkan kesiapan pembelajaran saat bencana yang tetap bekerja di pendidikan tinggi dimana organisasi pendukungnya harus siap untuk apa pun yang terjadi.

Bila  perguruan tinggi dapat membentuk lingkungan ketersediaan tinggi untuk pembelajaran (High Avalaibility for Learning), dapat dipastikan akan jauh lebih banyak program “online learning” – dapat memberikan “failover” untuk  pemulihan bencana (Disaster Recovery) sistem pembelajaran termasuk administrasi pendidikannya. Ditambah lagi, dengan pendekatan ini berarti staf kampus  akan dapat memberikan pilihan untuk pemulihan kuliah  tradisional, apakah krisis berlangsung beberapa jam, beberapa hari atau bahkan beberapa minggu.

Pemimpin atau Manajemen kampus harus banyak  melakukan langkah lebih jauh dengan perencanaan “Disaster Recovery” yang didasarkan pada jenis bencana yang mungkin menimpa lembaga mereka. Mereka harus merencanakan strategi didasarkan pada serangkaian pemikiran skenario “bagaimana jika kita kehilangan layanan pembelajaran”. Itu akan ideal karena memfokuskan sumber daya pada ketersediaan pembelajran ketimbang bencana itu sendiri.

Mengenal Pendidikan Komunitas (Community Education)

Tag

, , , , ,

image

Pendidikan Komunitas (Community Education), juga dikenal sebagai pendidikan berbasis masyarakat atau pembelajaran & pengembangan berbasis masyarakat, adalah program yang dilakukan organisasi untuk mempromosikan pembelajaran dan pengembangan sosial individu dan kelompok di komunitas mereka menggunakan berbagai metode formal dan informal. Definisi umumnya adalah bahwa program dan kegiatan ini dikembangkan berbasis dialog dengan komunitas dan peserta pendidikan. Tujuan dari pembelajaran dan pengembangan masyarakat ini adalah untuk mengembangkan kapasitas individu dan kelompok untuk segala usia berbasis  tindakan dan kapasitas masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas hidup mereka. Inti dari program ini adalah peningkatan kemampuan mereka untuk berpartisipasi dalam proses demokratisasi pendidikan.

Pendidikan Komunitas meliputi semua pekerjaan dan pendekatan yang berkaitan dengan jalannya pendidikan dan program pengembangan dalam komunitas lokal. Lembaga pendidikan seperti sekolah, akademi dan universitas dikenal sebagai sistem pendidikan formal, sedangkan pendidikan komunitas kadang-kadang disebut pendidikan informal. Telah lama dikritisi terhadap aspek sistem pendidikan formal atas kegagalannya di sebagian besar  negara dan mereka akhirnya memiliki perhatian khusus untuk memberi kesempatan belajar dan pengembangan ke daerah-daerah miskin, agar dapat diberikan secara lebih luas.

Ada banyak sekali kalangan yang terlibat Pendidikan Komunitas termasuk otoritas publik dan organisasi sukarela atau non-pemerintah yang didanai oleh negara serta badan-badan pemberi hibah independen. Sekolah, akademi dan universitas juga dapat mendukung pembelajaran dan pengembangan masyarakat melalui aktifitas  di dalam komunitas dalam jangkauan mereka. Gerakan sekolah komunitas telah mendapat dukungan kuat sejak tahun enam puluhan. Beberapa universitas dan perguruan tinggi telah menjalankan program pendidikan orang dewasa di komunitas lokal selama beberapa dekade. Sejak tahun 1970-an kata awalan ‘komunitas’ juga telah diadopsi oleh beberapa aktifitas lain dari sukarewan muda dan pekerja kesehatan, perencana dan arsitek yang bekerja dengan kelompok dan komunitas yang kurang beruntung serta telah dipengaruhi oleh pendidikan masyarakat dengan pendekatan pengembangan masyarakat.

Pendidikan Komunitas telah bertahun-tahun mengembangkan berbagai keterampilan dan pendekatan untuk pekerja dalam komunitas lokal dan khususnya dengan orang-orang yang kurang beruntung. Ini termasuk metode pendidikan yang kurang formal,dengan pengorganisasian komunitas dan mengutamakan keterampilan kerja kelompok. Sejak tahun sembilan belas enam puluhan dan tujuh puluhan melalui berbagai program anti kemiskinan di negara maju dan berkembang, praktisi telah dipengaruhi oleh analisis struktural mengenai penyebab kerugian karena kemiskinan, yaitu ketidaksetaraan dalam distribusi kekayaan, pendapatan, tanah dll. Terutama politik kekuatan dan kebutuhan untuk memobilisasi kekuatan orang untuk menghasilkan perubahan sosial. Dengan demikian pengaruh pendidik seperti Paulo Friere dan fokusnya pada pekerjaan ini juga adalah tentang mempolitisasi orang miskin.

Dalam sejarah pendidikan, pembelajaran dan pengembangan komunitas, Inggris telah memainkan peran penting dalam menyelenggarakan dua badan internasional utama yang mewakili pendidikan masyarakat dan pengembangan masyarakat. Ini adalah Asosiasi Pendidikan Komunitas Internasional (International Community Education Association/ICEA), yang selama bertahun-tahun berbasis di Pusat Pengembangan Pendidikan Komunitas (Community Education Development Centre/CEDC) di Coventry UK. ICEA dan CEDC sekarang telah ditutup, dan Asosiasi Internasional untuk Pengembangan Masyarakat (International Association for Community Development/IACD) yang masih memiliki markas besarnya di Skotlandia. Pada 1990-an ada beberapa pemikiran apakah kedua badan ini bisa bergabung. Istilah pembelajaran dan pengembangan masyarakat belum meluas secara luas di negara lain. Meskipun pendekatan pembelajaran dan pengembangan masyarakat diakui secara internasional. Metode dan pendekatan ini telah diakui signifikan untuk pembangunan sosial, ekonomi, budaya, lingkungan dan politik lokal oleh organisasi-organisasi seperti PBB, WHO, OECD, Bank Dunia, Dewan Eropa dan UE.

Sumber:
Working and Learning Together to Build Stronger Communities, Scottish Government Guidance for Community Learning and Development, 2004 seen at Community Learning and Development, Scottish Government Website.

Hidup Kita Milik Siapa?

Tag

, , , ,

Disadari atau tidak, dalam hidup ini kita sering mendapati sesuatu yang “tak terduga”. Kita juga sering mendapatkan nikmat atau rezeki yang “tak terpikirkan”. Terkadang kita meminta sesuatu kepada Allah, namun yang didapatkan adalah hal yang besar yang tak terbayangkan sebelumnya.

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Dan Dia Memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS.at-Thalaq:3)

Itu semua adalah hal yang wajar, karena dibalik doa dan usaha kita ada rencana Allah yang tak mampu kita bayangkan. Karena Allah selalu Menyiapkan rencana yang terbaik untuk hamba-Nya.

Perjalanan kehidupan manusia tidaklah selalu sesuai diharapkan, terkadang seorang manusia harus melewati jalan terjal setelah beberapa waktu menikmati jalan yang landai. Hari-harinya pun penuh warna, terkadang gembira namun sewaktu-waktu ia dihampiri rasa sedih, duka dan nestapa, inilah tabiat kehidupan. Tak ada yang dapat mengelak dari kenyataan ini, Allah berfirman:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” (QS. Al-Balad: 4).

Di antara kesedihan yang banyak menimpa manusia adalah kondisi dimana seseorang mendapatkan sesuatu yang tidak diharapkannya. Banyak orang yang berusaha menggapai sesuatu yang kelihatannya baik, ia mati-matian mendapatkannya dan mengorbankan apapun yang ia miliki demi terwujudnya impian itu. Tetapi tanpa disadari hal itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Ketika hal seperti ini terjadi, tak sedikit orang yang menyalahkan pihak lain, bahkan Allah, Rabb yang mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya pun tak luput untuk disalahkan. Orang-orang seperti ini, hendaknya mengingat sebuah firman Allah:

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).

Ayat ini merupakan kaidah yang agung, kaidah yang memiliki hubungan erat dengan salah satu prinsip keimanan, yaitu iman kepada qadha dan qadar. Musibah-musibah yang menimpa manusia semuanya telah dicatat oleh Allah lima puluh ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Meletakkan ayat di atas sebagai pedoman hidup akan membuat hati ini tenang, nyaman dan jauh dari keresahan. Andai kita mau kembali melihat lembaran-lembaran sejarah di dalam Al-Qur’an, membuka mata tuk mengamati realita yang ada, niscaya kita akan menemukan pelajaran-pelajaran dan bukti yang sangat banyak.

 

 

Pendidikan Untuk Peradaban

Tag

, , , , , , , ,

image

Dalam menopang peradaban bangsa, kekuatan pendidikan merupakan hal yang utama. Bangsa yang beradab tentunya selalu memberikan space khusus untuk pendidikan. Begitupun kecilnya space tersebut. Karena kedua hal ini berbanding lurus. Antara pendidikan dan peradaban. Semakin banyak ruang untuk pendidikan maka semakin tinggi peradaban yang akan diukir. Sebaliknya, peradaban yang lemah karena pendidikan tidak mempunyai ruang yang memadai. Oleh karena eratnya kaitan antara kedua hal ini, maka keduanya ibarat dua sisi mata uang. Satu sama lain tidak akan terpisahkan.

Generasi-generasi yang telah mengukir peradaban dalam sejarah manusia selalu mempunyai nilai-nilai untuk dikagumi. Bahkan tak cukup dikagumi, ia haruslah diteladani untuk membangkitkan peradaban manusia kembali. Pada dinasti Abbasiyah,yang berpusat di Baghdad ketika itu. Mampu membuktikan eksistensi peradaban yang gemilang. Berbagai karya di buat. Dari penulisan, seni kaligrafi, seni musik, dan sastra memberikan bukti nyata. Tak cukup itu, ilmu-ilmu eksak pun berkembang dengan pesat ketika itu. Disiplin ilmu dari matematika, astronomi, kedokteran menjadi rujukan ilmu pada saat itu. Perkembangan ilmu filsafat juga memberikan contoh tentang betapa kuatnya budaya pendidikan pada masa tersebut. Hal tersebut menyuguhkan kepada kita bahwa peradaban besar selalu terbentuk dalam kerangka pendidikan dan budaya menuntut ilmu yang kuat.

IMG_20171015_084102.jpg

Di abad 21 anak-anak Indonesia harus mampu menghadapi masalah-masalah yang kompleks dan tidak terstruktur. Perubahan platform kehidupan menjadi digital life platform adalah perubahan besar yang harus diantisipasi sedini mungkin oleh sistem pendidikan, mulai dari pendidikan dasar, menengah sampai pendidikan tinggi. Pendidikan harus mampu merespon kebutuhan untuk menjawab tantangan jaman, pendidikan adalah upaya untuk membangun peradaban. Sebuah pekerjaan besar yang harus dilakukan seluruh rakyat Indonesia.

Pendidikan harus mampu meningkatkan kompetensi kemampuan kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah. Meningkatkan juga kemampuan komunikasi serta kemampuan kolaborasi. Segala capaian yang kita raih sebagai individu maupun sebagai bangsa kolektif tak lepas dari persinggungan dengan pendidikan. Mutu dan jenjang pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera. Harus dipastikan setiap manusia Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang bermutu sepanjang hidupnya.

Melalui pendidikan, kita mengangkat harkat dan martabat manusia sekaligus membangun peradaban bangsa. Dengan pendidikan kita memanusiakan seluruh rakyat Indonesia karena pendidikan yang baik dan bermutu akan membuahkan kebajikan, kecerdasan dan karakter yang memiliki integritas tinggi.

Pendidikan yang terobsesi oleh Pengetahuan

Tag

, , , ,

Pada tingkat kebijakan – di banyak negara – pendidikan yang terobsesi oleh pengetahuan. Tapi filsuf Simon Blackburn berpendapat bahwa pengetahuan itu sendiri tidak cukup karena  tujuan akhir siswa adalah pencapaian kebijaksanaan.

Pengetahuan dan kebijaksanaan:
Para Filsuf cenderung tidak mempercayai kata benda abstrak seperti ini. Alih-alih bertanya “Apa itu pengetahuan?” Atau “Apa itu kebijaksanaan?” Kita melihat penggunaan dan perbedaannya pada kehidupan sehari-hari sebetulnya banyak. Beberapa orang tahu apa itu atau siapa yang tahu bahwa Bumi bulat dan atmosfernya saat ini sedang memanas. Orang nampaknya bisa berinvestasi dengan bijak, makan atau minum dengan bijak. Dalam kasus-kasus yang biasa ini, tidak ada perbedaan yang mencolok: “Jika kita menganggap pasangan telah membesarkan anak-anak mereka dengan bijak, kita mungkin juga mengatakan bahwa mereka tahu bagaimana membesarkan anak-anak mereka dengan baik.”

Tapi sejumla pengetahuan tampaknya tidak ada hubungannya dengan kebijaksanaan. Anda tidak bisa secara alami dikatakan bermain golf dengan bijak, betapa pun rendahnya Handicap Anda dan betapapun baiknya Anda tahu bagaimana bermainnya. Anda mungkin dengan bijaksana mencurahkan sejumlah waktu – untuk berlatih atau bermain golf sendiri.

Pengetahuan memiliki perhatian paling besar dalam pendidikan dan tradisi filosofis Barat. Plato mengemukakan bahwa pengetahuan adalah keyakinan sejati ditambah Logo (Logik), yang berarti sesuatu yang mirip dengan alasan atau rasional. Idenya adalah bahwa dugaan (guess) atau firasat (hunch)  bisa berubah menjadi kenyataan. Tetapi tidak ada artinya bila tidak ada dukungan yang tepat sebagai bukti seseorang mengetahui sesuatu. Pengamatan yang cermat, kesimpulan yang masuk akal, sumber terpercaya, catatan keberhasilan dan reliabilitas data semua berkontribusi pada hal ini, dan kadang-kadang berhasil.

Seperti peribahasa:

Sebuah kata yang bijak tidak diperlukan. Hanya orang bodoh yang membutuhkan nasehat (A word to the wise ain’t necessary. It’s the stupid ones that need the advice)  – Bill Cosby

image