Hidup Kita Milik Siapa?

Tag

, , , ,

 

Disadari atau tidak, dalam hidup ini kita sering mendapati sesuatu yang “tak terduga”. Kita juga sering mendapatkan nikmat atau rezeki yang “tak terpikirkan”. Terkadang kita meminta sesuatu kepada Allah, namun yang didapatkan adalah hal yang besar yang tak terbayangkan sebelumnya.

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Dan Dia Memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS.at-Thalaq:3)

Itu semua adalah hal yang wajar, karena dibalik doa dan usaha kita ada rencana Allah yang tak mampu kita bayangkan. Karena Allah selalu Menyiapkan rencana yang terbaik untuk hamba-Nya.

Perjalanan kehidupan manusia tidaklah selalu sesuai diharapkan, terkadang seorang manusia harus melewati jalan terjal setelah beberapa waktu menikmati jalan yang landai. Hari-harinya pun penuh warna, terkadang gembira namun sewaktu-waktu ia dihampiri rasa sedih, duka dan nestapa, inilah tabiat kehidupan. Tak ada yang dapat mengelak dari kenyataan ini, Allah berfirman:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” (QS. Al-Balad: 4).

Di antara kesedihan yang banyak menimpa manusia adalah kondisi dimana seseorang mendapatkan sesuatu yang tidak diharapkannya. Banyak orang yang berusaha menggapai sesuatu yang kelihatannya baik, ia mati-matian mendapatkannya dan mengorbankan apapun yang ia miliki demi terwujudnya impian itu. Tetapi tanpa disadari hal itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Ketika hal seperti ini terjadi, tak sedikit orang yang menyalahkan pihak lain, bahkan Allah, Rabb yang mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya pun tak luput untuk disalahkan. Orang-orang seperti ini, hendaknya mengingat sebuah firman Allah:

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).

Ayat ini merupakan kaidah yang agung, kaidah yang memiliki hubungan erat dengan salah satu prinsip keimanan, yaitu iman kepada qadha dan qadar. Musibah-musibah yang menimpa manusia semuanya telah dicatat oleh Allah lima puluh ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Meletakkan ayat di atas sebagai pedoman hidup akan membuat hati ini tenang, nyaman dan jauh dari keresahan. Andai kita mau kembali melihat lembaran-lembaran sejarah di dalam Al-Qur’an, membuka mata tuk mengamati realita yang ada, niscaya kita akan menemukan pelajaran-pelajaran dan bukti yang sangat banyak.

 

 

Iklan

Pendidikan Untuk Peradaban

Tag

, , , , , , , ,

image

Dalam menopang peradaban bangsa, kekuatan pendidikan merupakan hal yang utama. Bangsa yang beradab tentunya selalu memberikan space khusus untuk pendidikan. Begitupun kecilnya space tersebut. Karena kedua hal ini berbanding lurus. Antara pendidikan dan peradaban. Semakin banyak ruang untuk pendidikan maka semakin tinggi peradaban yang akan diukir. Sebaliknya, peradaban yang lemah karena pendidikan tidak mempunyai ruang yang memadai. Oleh karena eratnya kaitan antara kedua hal ini, maka keduanya ibarat dua sisi mata uang. Satu sama lain tidak akan terpisahkan.

Generasi-generasi yang telah mengukir peradaban dalam sejarah manusia selalu mempunyai nilai-nilai untuk dikagumi. Bahkan tak cukup dikagumi, ia haruslah diteladani untuk membangkitkan peradaban manusia kembali. Pada dinasti Abbasiyah,yang berpusat di Baghdad ketika itu. Mampu membuktikan eksistensi peradaban yang gemilang. Berbagai karya di buat. Dari penulisan, seni kaligrafi, seni musik, dan sastra memberikan bukti nyata. Tak cukup itu, ilmu-ilmu eksak pun berkembang dengan pesat ketika itu. Disiplin ilmu dari matematika, astronomi, kedokteran menjadi rujukan ilmu pada saat itu. Perkembangan ilmu filsafat juga memberikan contoh tentang betapa kuatnya budaya pendidikan pada masa tersebut. Hal tersebut menyuguhkan kepada kita bahwa peradaban besar selalu terbentuk dalam kerangka pendidikan dan budaya menuntut ilmu yang kuat.

IMG_20171015_084102.jpg

Di abad 21 anak-anak Indonesia harus mampu menghadapi masalah-masalah yang kompleks dan tidak terstruktur. Perubahan platform kehidupan menjadi digital life platform adalah perubahan besar yang harus diantisipasi sedini mungkin oleh sistem pendidikan, mulai dari pendidikan dasar, menengah sampai pendidikan tinggi. Pendidikan harus mampu merespon kebutuhan untuk menjawab tantangan jaman, pendidikan adalah upaya untuk membangun peradaban. Sebuah pekerjaan besar yang harus dilakukan seluruh rakyat Indonesia.

Pendidikan harus mampu meningkatkan kompetensi kemampuan kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah. Meningkatkan juga kemampuan komunikasi serta kemampuan kolaborasi. Segala capaian yang kita raih sebagai individu maupun sebagai bangsa kolektif tak lepas dari persinggungan dengan pendidikan. Mutu dan jenjang pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera. Harus dipastikan setiap manusia Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang bermutu sepanjang hidupnya.

Melalui pendidikan, kita mengangkat harkat dan martabat manusia sekaligus membangun peradaban bangsa. Dengan pendidikan kita memanusiakan seluruh rakyat Indonesia karena pendidikan yang baik dan bermutu akan membuahkan kebajikan, kecerdasan dan karakter yang memiliki integritas tinggi.

Pendidikan yang terobsesi oleh Pengetahuan

Tag

, , , ,

Pada tingkat kebijakan – di banyak negara – pendidikan yang terobsesi oleh pengetahuan. Tapi filsuf Simon Blackburn berpendapat bahwa pengetahuan itu sendiri tidak cukup karena  tujuan akhir siswa adalah pencapaian kebijaksanaan.

Pengetahuan dan kebijaksanaan:
Para Filsuf cenderung tidak mempercayai kata benda abstrak seperti ini. Alih-alih bertanya “Apa itu pengetahuan?” Atau “Apa itu kebijaksanaan?” Kita melihat penggunaan dan perbedaannya pada kehidupan sehari-hari sebetulnya banyak. Beberapa orang tahu apa itu atau siapa yang tahu bahwa Bumi bulat dan atmosfernya saat ini sedang memanas. Orang nampaknya bisa berinvestasi dengan bijak, makan atau minum dengan bijak. Dalam kasus-kasus yang biasa ini, tidak ada perbedaan yang mencolok: “Jika kita menganggap pasangan telah membesarkan anak-anak mereka dengan bijak, kita mungkin juga mengatakan bahwa mereka tahu bagaimana membesarkan anak-anak mereka dengan baik.”

Tapi sejumla pengetahuan tampaknya tidak ada hubungannya dengan kebijaksanaan. Anda tidak bisa secara alami dikatakan bermain golf dengan bijak, betapa pun rendahnya Handicap Anda dan betapapun baiknya Anda tahu bagaimana bermainnya. Anda mungkin dengan bijaksana mencurahkan sejumlah waktu – untuk berlatih atau bermain golf sendiri.

Pengetahuan memiliki perhatian paling besar dalam pendidikan dan tradisi filosofis Barat. Plato mengemukakan bahwa pengetahuan adalah keyakinan sejati ditambah Logo (Logik), yang berarti sesuatu yang mirip dengan alasan atau rasional. Idenya adalah bahwa dugaan (guess) atau firasat (hunch)  bisa berubah menjadi kenyataan. Tetapi tidak ada artinya bila tidak ada dukungan yang tepat sebagai bukti seseorang mengetahui sesuatu. Pengamatan yang cermat, kesimpulan yang masuk akal, sumber terpercaya, catatan keberhasilan dan reliabilitas data semua berkontribusi pada hal ini, dan kadang-kadang berhasil.

Seperti peribahasa:

Sebuah kata yang bijak tidak diperlukan. Hanya orang bodoh yang membutuhkan nasehat (A word to the wise ain’t necessary. It’s the stupid ones that need the advice)  – Bill Cosby

image

 

Dosen Indonesia 2014 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 16.000 kali di 2014. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 6 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Motivasi Mahasiswa Menyelesaikan Studinya

Tag

, , , , , ,

Motivasi berasal dari bahasa latin yaitu movere yang berarti bergerak atau menggerakkan. Motivasi diartikan juga sebagai suatu kekuatan sumber daya yang menggerakkan dan mengendalikan perilaku manusia. Motivasi sebagai upaya yang dapat memberikan dorongan kepada seseorang untuk mengambil suatu tindakan yang dikehendaki, sedangkan motif sebagai daya gerak seseorang untuk berbuat. Karena perilaku seseorang cenderung berorientasi pada tujuan dan didorong oleh keinginan untuk mencapai tujuan tertentu.

Seorang mahasiswa kadang mengalami penurunan semangat untuk menyelesaikan studinya, tugas seorang dosen lah untuk menyemangatinya. Bahkan seorang dosen dapat “menggampar mahasiswa” dengan caranya sendiri seperti yang dilakukan Pak I Made Andi Arsana 🙂