Tag

, , , , , , , , ,

Kuliah Komputer dan Masyarakat di STMIK DCI Tasikmalaya yang dilaksanakan Dr. Djadja Achmad Sardjana S.T., M.M menggunakan metode Blended Learning

Apa itu blended learning? Model Blended Learning adalah pada dasarnya merupakan gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap-muka dan secara virtual.

Menurut Semler (2005):
“Blended learning combines the best aspects of online learning, structured face-to-face activities, and real world practice. Online learning systems, classroom training, and on-the-job experience have major drawbacks by themselves. The blended learning approach uses the strengths of each to counter the others’ weaknesses.”

Apa saja yang harus dipersiapkan untuk Kuliah dengan metoda Blended Learning?

Menurut Djadja Sardjana yang telah berkecimpung di bidang ini sejak 10 tahun yang lalu:

Pertama dan Utama People baik dosen, mahasiswa dan pemangku kepentingan kampus lainnya karena ini adalah “Asbabun Nuzul” apakah program ini di buy in atau tidak.

Kedua Proses termasuk kebijakan yang mengatur aturan main, SOP dan pertimbangan (kalau perlu ada kajian/naskah akademik) bahkan sampai ke aspek “Koin dan Poin”.

Ketiga Teknologi, dimana pilihannya bisa “In House System” (kampus menyediakan sendiri sistemnya) atau dengan “Cloud Systems” yang banyak diimplementasikan oleh kampus besar di dunia dan Indonesia termasuk Kampus Daring FDI yang dikembangkan Dataquest Leverage Indonesia. Djadja Sardjana menekankan; Mengapa “Cloud System”? Ingat bahwa “Classroom Without Wall” (Kelas Tanpa Dinding) dari Blended Learning harus bisa diakses dimanapun di dunia ini oleh mahasiswa, dosen, nara sumber diluar kampus atau sarana prasarana praktek, seminar, konferensi dan sebagainya yang memungkinkan Personal, Team & Class Learning tanpa membebani jaringan internal kampus.

Sistem Kampus Daring FDI yang dikembangkan olehDataquest Leverage Indonesia

Sistem Kampus Daring FDI / Forum Dosen Indonesia sudah sering dipakai untuk kepentingan di atas, bahkan baru-baru sudah dicoba oleh Pak ⁨Irfan Palalloi seorang Dosen Unsulbar sekaligus TokohFDI Sulbar⁩. Bahkan Bu Mersyia Aponno seorang Dosen Politeknik Negeri Ambon⁩ sudah mengajukan proposal Hibah SPADA DIKTI yang akan menggunakan Sistem Kampus Daring FDI.

Selain itu Dr. Djadja Achmad Sardjana S.T., M.M untuk Kuliah Manajemen Stratejik dan Sistem Informasi Pariwisata Magister Pariwisata STPB (Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung) dilaksanakan dengan Metode Blended Learning menggunakan sistem Ingenio. Kuliah yang diampu oleh saya ini di Magister Pariwisata STPB, Bandung Institute of Tourism / Pascasarjana STP Bandung (NHI) / Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung sejalan dengan Pengembangan SDM Pariwisata dan pendidikan tinggi Kepariwisataan Di era Industri 4.0.

https://www.slideshare.net/djadja/tugas-proposal-kebijakan-distancee-learning-perguruan-tinggi-bydjadja-sardjana04-dec09-rev10