Tag

, , , , , ,

Jutaan orang mengikuti kuliah? Siapa tahu?

Setiap tahun, banyak mahasiswa yang masuk Universitas Daring (Online University). Gimana ya dengan nasib kuliah mereka?

Ya….Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini membawa berbagai perubahan dalam kehidupan manusia. Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi ((TIK) semakin dirasakan di berbagai sektor, utamanya di bidang pendidikan. Peran TIK dalam pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan sebagai salah satu pilar pembangunan bangsa. Peningkatan kualitas pendidikan menjadi prioritas dengan kesadaran bahwa keberhasilan suatu bangsa di masa depan sangat tergantung pada kualitas pendidikan. Oleh karena itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sangat serius menempatkan pilar-pilar pendidikan melalui misinya yang dikenal dengan 6 K yaitu Ketersediaan, Keterjangkauan, Kualitas, Relevansi dan Kebudayaan, Kesetaraan dan Kepastian. Sumber belajar merupakan salah satu aspek dalam pendidikan yag harus tersedia, terjangkau, berkualitas, relevan dengan kebutuhan dunia kehidupan bermasyarakat, dan dapat diakses oleh semua, dengan tidak membedakan jenis kelamin, usia, agama, ras, serta dijamin kepastian dalam aksesibilitinya. Saat ini ketercapaian cita-cita tersebut dapat dilakukan hanya dengan satu kata yaitu TEKNOLOGI. Perkembangan Teknologi informasi dan komunikasi sudah sedemikian pesatnya, yang berdampak pada mudahnya orang berjejaring sosial, dan mendapat akses informasi, serta beinteraksi langsung tanpa batas ruang dan waktu.

Untuk itu…..Dalam rangka menjalankan misinya untuk mencapai visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah berupaya membuka akses dengan menggunakan teknologi jaringan, dan teknologi komunikasi. Adanya Buku Sekolah Elektronik, dan Rumah Belajar merupakan sarana yang ampuh bagi peserta didik untuk belajar tanpa mengenal keberadaannya dan waktunya. Pembelajaran ini sangat efisien, karena sumber belajar yang sama dapat digunakan oleh ribuan orang dalam waktu yang bersamaan. Pembelajaran akan menarik terutama bagi mahasiswa, jika informasi yang dihadirkan dalam sarana tersebut mudah dipahami, menyenangkan, membuat peserta belajar semakin penasaran untuk lebih tahu, dan murah. Konten yang lengkap, jelas, menumbuhkan minat belajar, akan semakin digemari sampai tumbuhnya masyarakat yang cerdas, kaya pengetahuan, bahkan sampai berkemampuan mengembangkan ilmu pengetahuannya melalui percobaan, penelitian, kajian yang akhirnya akan berdaya dengan pengembangan kompetensinya.

Melalui program Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu (PDITT), Kemdikbud melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) bersama beberapa perguruan tinggi berpartisipasi untuk menyelenggarakan kuliah daring sebagai aksi nyata untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut di atas dalam jangka panjang. Dalam jangka pendek ini kita berupaya untuk meningkatkan mutu perkuliahan di perguruan tinggi yang dilaksanakan melalui jaringan untuk direalisasikan sebagai kuliah daring. Peningkatan mutu kuliah dalam jaringan dicapai melalui penerapan standar proses dan standar isi dalam pengembangan mata kuliah yang diselenggarakan dalam platform PDITT. Standar isi dan standar proses ini mengacu pada standar nasional pendidikan dan ISO 19796 serta ISO 29163.

TED Blog

June_at_Webbies_crop.jpgTED.com picked up three Webbies on Tuesday night at the 2008 Webby Awards ceremony in New York City. Which means that June Cohen (left), Director of TED Media, got 15 words total to thank the academy and our millions of viewers. Her first five-word speech: “Millions watching lectures? Who knew?”

TED.com’s awards: Best Podcast; Best Navigation/Structure; and Best Visual Design – Function.

We’re honored to be chosen for these awards — and even more honored by the fact that so many people are sharing these Ideas Worth Spreading.

Lihat pos aslinya