Tag

, , , , , , , ,

Mungkin sebagian dari kita berasal dari keluarga yang berkecukupan, walaupun pernah mengalami pasang-surut dalam kehidupan, kita tahu dan sadar masih banyak orang yang mengalami penderitaan yang lebih besar. Walaupun begitu, terkadang kita sering lupa untuk terus bersyukur, sebesar apapun dan sepahit apapun penderitaan itu percayalah bahwa ada seseorang yang hidupnya lebih menderita dari kita. Salah satunya adalah Choi Sung-Bong.

Awal Kehidupan 
Choi Sung Bong lahir di Seoul dan ditinggalkan di panti asuhan pada usia 3 tahun. Ia lari dari institusi itu dua tahun kemudian karena dia dianiaya dan dipukuli oleh staf. Dia mengambil rute bus ke Dae-Jeon dan selama 10 tahun ia hidup sebagai “anak jalanan’di antara penjahat dan pecandu narkoba di distrik lampu merah, tidur di tangga bangunan dan toilet umum. Dia mengatakan bahwa ia selamat dengan cara “mengorek” nafkah dengan menjual permen karet dan minuman energi di jalan dan sebuah klub malam.

Nama dan Umur
Choi, nama jalan dari Ji-Sung (mirip bunyinya dengan “Maaf” dalam bahasa Korea), yang diberikan kepadanya oleh seorang pedagang jalanan perempuan. Ketika ia berusia sekitar 14, ia dan guru sekolah malamnya pergi ke kantor polisi setempat di mana sidik jarinya diambil dan akhirnya ia menemukan nama asli dan usianya.

Latar belakang musik
Karena  tinggal di jalan, dia diculik oleh mafia. Dia melarikan diri, tetapi ia harus kembali hidup di jalan  karena ia tidak punya tempat lain untuk pergi. Choi terinspirasi untuk mengejar karir di bidang musik saat ia berusia 14 tahun, setelah mendengarkan vokalis musik klasik di klub malam di mana dia menjual permen karet. Dia kemudian mengatakan bahwa dia sangat terpesona dengan ketulusan sang vokalis berbeda dengan jenis musik biasa yang ia dengar  di klub tersebut. Ia mencoba untuk menemukan cara untuk belajar musik sendiri melalui penelitian di sebuah kafe internet. Dia ditolak berkali-kali oleh para guru musik yang dia dekati. Dia kemudian menemukan seorang guru, Park Jung-Ja, setelah mengunjungi tempat di mana Choi tinggal (sebuah sofa usang di sekolah malam). Ia setuju untuk mengajarinya tanpa biaya dan membantunya masuk ke sekolah  seni pada usia 16 tahun.

Ketika ia tampil di panggung Korea’s Got Talent, Sung-bong mengejutkan juri dan penonton karena kemampuan nyanyinya yang luar biasa. Itu kontras dengan masa kecilnya yang tidak bahagia. Ia pun berhasil masuk grand final dan jadi juara kedua di bawah penari Korea, Joo Ming-Jong.

Meski begitu, justru Sung-bong-lah yang mempopulerkan Korea’s Got Talent ke seluruh dunia. Hal ini karena videonya di Youtube yang mengguncang dunia hingga ditonton lebih dari 120 juta kali. Sejumlah komentar menyebutkan kalau Sung-bong adalah The Next Susan Boyle, penyanyi antah-berantah Inggris yang menjadi bintang dunia.

Pendidikan
Choi lulus ujian persamaan sekolah menengah sekolah dasar, dan lulus dari sekolah seni dan kemudian belajar di Kyung Hee Cyber ​​University untuk mengejar cita-citanya.

Ia sengaja melanjutkan pendidikan di kampus ini karena sifatnya yang fleksibel serta  akan masuk sebagai mahasiswa baru di Departemen Kebudayaan dan Seni Manajemen di Kyung Hee Cyber ​​University.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=tZ46Ot4_lLo]