Tag

, , , , , , , , ,

Pengertian Pendidikan

Pendidikan adalah proses pembelajaran yang didapat oleh setiap manusia (Peserta Didik) untuk dapat membuat manusia (Peserta Didik) itu mengerti, paham, dan lebih dewasa serta mampu membuat manusia (Peserta Didik) lebih kritis dalam berpikir. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi.

Pendidikan bisa diperoleh baik secarah formal dan nonformal. Pendidikan Formal diperoleh dalam kita mengikuti progam-program yang sudah dirancang secara terstruktur oleh suatu intitusi, departemen atau kementrian suatu Negara. Pendidikan non formal adalah pengetahuan yang didapat manusia (Peserta didik) dalam kehidupan sehari-hari (berbagai pengalaman) baik yang dia rasakan sendiri atau yang dipelajarai dari orang lain (mengamati dan mengikuti).

Sedangkan Pengertian Pendidikan Menurut beberapa pakar adalah:

  • Prof. Dr. Prayitno, M.Sc., Ed.

Pendidikan adalah upaya memuliakan kemanusiaan manusia, tujuan pendidikan sepenuhnya mengacu kepada seluruh komponen harkat dan martabat manusia (HMM)

  • Prof. Dr. Imam Barnadib

Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau kemajuan yang lebih baik

Pendidikan merupakan alat pelanjut kehidupan sosial (social continuity of life)

  • Sir Francis Beacon

Pendidikan bukanlah tujuan akhir untuk mencetak generasi ilmuwan yang mengenal ilmu dengan cara meniru sistem tradisional yang telah ada.

Pendidikan adalah untuk menggali dan mengambil segala seni dan pengetahuan yang amat luas. Pendidikan ialah proses mengeluarkan kemampuan manusia yang mempunyai kebudayaan dan pengetahuan yang luas.

  • Prof. H. Mahmud Yunus

Pendidikan adalah usaha-usaha yang sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak dengan tujuan peningkatan keilmuan, jasmani dan akhlak sehingga secara bertahap dapat mengantarkan si anak kepada tujuannya yang paling tinggi. Agar si anak hidup bahagia, serta seluruh apa yang dilakukanya menjadi bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat.

  • Prof. Herman H. Horne

Pendidikan adalah proses abadi dari penyesuaian lebih tinggi bagi makhluk yang telah berkembang secara fisk dan mental yang bebas dan sadar kepada Tuhan seperti termanifestasikan dalam alam sekitar, intelektual, emosional dan kemauan dari manusia

  • Pendidikan menurut M.J. Langeveld

Pendidikan adalah setiap pergaulan yang terjadi antar manusia serta merupakan lapangan atau suatu keadaan dimana pekerjaan mendidik itu berlangsung.

Dasar Filosofis dan Hukum Pendidikan Tinggi

Pendidikan Tinggi adalah pendidikan pada jalur pendidikan sekolah pada jenjang yang lebih tinggi daripada menengah. Pendidikan Tinggi yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional untuk dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian dan dapat dilakukan melalui proses pembelajaran yang mengembangkan kemampuan belajar mandiri.
Sistem Pendidikan Tinggi diharapkan merupakan suatu sistem yang memudahkan seseorang menuntut pendidikan tinggi sesuai dengan bakat, minat dan tujuannya, meskipun dengan tetap mempertahankan persyaratan – persyaratan pendirian program studi yang bersangkutan.

Tujuan pendidikan tinggi diatur dalam pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 adalah sebagai berikut :
1. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan teknologi dan/atau kesenian.
2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Dalam Pasal-1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dikatakan bahwa:

  1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. 
  2. Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program diploma, program sarjana, program magister, program doktor, dan program profesi, serta program spesialis, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia.

Sedangkan pada Pasal-3 UU No. 12/2012 termaktub bahwa Pendidikan Tinggi berasaskan:

a. kebenaran ilmiah;
b. penalaran;
c. kejujuran;
d. keadilan;
e. manfaat;
f. kebajikan;
g. tanggung jawab;
h. kebhinnekaan; dan
i. keterjangkauan.

Pasal-pasal di atas mengerucut pada Pasal 4 dimana Pendidikan Tinggi yang berfungsi:

  1. mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa;
  2. mengembangkan Sivitas Akademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan Tridharma; dan
  3. mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai Humaniora.

Terkhir, dalam Pasal 5 Pendidikan Tinggi bertujuan:

  1. berkembangnya potensi Mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan bangsa;
  2. dihasilkannya lulusan yang menguasai cabang Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi untuk memenuhi kepentingan nasional dan peningkatan daya saing bangsa;
  3. dihasilkannya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Penelitian yang memperhatikan dan menerapkan nilai Humaniora agar bermanfaat bagi kemajuan bangsa, serta kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat manusia; dan terwujudnya Pengabdian kepada Masyarakat berbasis penalaran dan karya Penelitian yang bermanfaat dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Memuliakan Manusia Melalui Pendidikan Tinggi

Pada “DEKLARASI DUNIA PADA PERGURUAN TINGGI UNTUK ABAD DUA PULUH” yang diselenggarakan UNESCO disiratkan bahwa,  ada permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk diversifikasi  dalam pendidikan tinggi.  Peningkatan kesadaran sangat penting untuk pengembangan sosial budaya dan ekonomi , dan untuk membangun masa depan  dimana generasi muda akan perlu dilengkapi dengan keterampilan, pengetahuan dan cita-cita baru.

Pendidikan tinggi mencakup semua jenis penelitian, pelatihan atau training  di tingkat pasca-sekolah menengah, yang disediakan oleh universitas atau lembaga pendidikan lainnya yang disetujui sebagai lembaga pendidikan tinggi oleh otoritas Negara yang kompeten. Di mana-mana pendidikan tinggi menghadapi tantangan dan kesulitan yang terkait dengan pembiayaan, ekuitas  dalam dan selama penelitian, pengembangan staf, pelatihan berbasis keterampilan, peningkatan dan pemeliharaan kualitas dalam pengajaran,  relevansi program, mempekerjakan lulusan, pembentukan  perjanjian kerjasama dan akses yang adil manfaat kerjasama internasional. Pada saat yang sama, pendidikan tinggi  ditantang oleh peluang baru yang berkaitan dengan teknologi yang meningkatkan cara-cara di mana pengetahuan dapat diproduksi, dikelola, disebarluaskan, diakses dan dikendalikan. Pemerataan akses terhadap teknologi tersebut harus dijamin di semua tingkat sistem pendidikan.

Pendidikan tinggi telah memberikan bukti  dari kelangsungan hidup selama berabad-abad dan kemampuannya untuk berubah serta  mendorong perubahan dan kemajuan dalam masyarakat. Karena ruang lingkup dan kecepatan perubahan, masyarakat telah menjadi semakin berbasis pengetahuan  sehingga pendidikan tinggi dan lembaga penelitian sekarang bertindak sebagai komponen penting dari perkembangan budaya, sosial-ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan dari individu, masyarakat dan bangsa. Pendidikan tinggi dihadapkan dengan tantangan berat dan diminta untuk melakukan serta harus melanjutkan perubahan dan pembaharuan radikal, sehingga masyarakat kita yang saat ini mengalami krisis dalam mendalami nilai dapat melampaui pertimbangan ekonomi belaka dan memasukkan lebih dalam dimensi moralitas dan spiritualitas dalam proses pembelajarannya.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=q5yJvv5q5mM]