Tag

, , , , , , , , , , ,

Dikutip dari: https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/1234437_10151704230913429_221582435_n.jpg

Seminar itu apa?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, Seminar pada umumnya merupakan sebuah bentuk pengajaran akademis, baik di sebuah universitas maupun diberikan oleh suatu organisasi komersial atau profesional. Kata seminar berasal dari kata Latin Seminarum, yang berarti “tanah tempat menanam benih”.

Sebuah seminar biasanya memiliki fokus pada suatu topik yang khusus, di mana mereka yang hadir dapat berpartisipasi secara aktif. Seminar seringkali dilaksanakan melalui sebuah dialog dengan seorang moderator seminar, atau melalui sebuah presentasi hasil penelitian dalam bentuk yang lebih formal. Biasanya, para peserta bukanlah seorang pemula dalam topik yang didiskusikan (di universitas, kelas-kelas seminar biasanya disediakan untuk mahasiswa yang telah mencapai tingkatan atas).

Seminar biasanya diadakan untuk membahas suatu masalah secara ilmiah. Yang berpartisipasi pun orang yang ahli dalam bidangnya. Seminar tentang pemasaran suatu produk, tentu dihadiri oleh para pakar bidang pemasaran. Seminar pendidikan tentu saja dihadiri oleh para ahli pendidikan.  Sementara itu, peserta berperan untuk menyampaikan pertanyaan, ulasan, dan pembahasan sehingga menghasilkan pemahaman tentang suatu masalah.

Sistem seminar memiliki gagasan untuk lebih mendekatkan mahasiswa atau audiens kepada topik yang dibicarakan. Di beberapa seminar dilakukan juga pertanyaan dan debat. Seminar memiliki sifat lebih informal dibandingkan sistem kuliah di kelas dalam sebuah pengajaran akademis.

Perlu dicatat bahwa di beberapa universitas Eropa, sebuah seminar dapat berarti kelas kuliah yang besar, khususnya ketika dibawakan oleh ahli yang termasyhur (tanpa memperhatikan jumlah hadirin atau jangkauan mahasiswa yang berpartisipasi dalam diskusi).

Pertanyaan itu apa?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, Pertanyaan adalah sebuah ekspresi keingintahuan seseorang akan sebuah informasi yang dituangkan dalam sebuah kalimat tanya. Pertanyaan biasa akan diakhiri dengan sebuah tanda tanya. Dalam bahasa Indonesia, dikenal 5 tipe pertanyaan, yakni:

  1. Apa, untuk menanyakan segala sesuatu yang berkaitan dengan isi atau pokok bahasan.
  2. Siapa, untuk menanyakan orang-orang atau pihak yang terlibat.
  3. Mengapa, untuk menanyakan sebab atau alasan terjadinya sesuatu.
  4. Kapan, untuk menanyakan waktu terjadinya sebuah peristiwa.
  5. Di mana, untuk menanyakan tempat berlangsungnya suatu peristiwa.
  6. Bagaimana, untuk menanyakan cara atau proses pengerjaan sesuatu.

Jenis Kalimat Tanya:

  • Kalimat tanya klarifikasi dan konfirmasi: klarifikasi (penegasan) dan konfirmasi (penjernihan) → kalimat tanya yang disampaikan kepada orang lain untuk tujuan mengukuhkan dan memperjelas persoalan yang sebelumnya telah diketahui oleh penanya.
  • Kalimat tanya retoris: adalah kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban atau tanggapan langsung. kalimat tanya retoris biasanya digunakan dalam pidato, khutbah, atau orasi.
  • Kalimat tanya tersamar: kalimat tanya yang mengacu pada berbagai maksud.
  • Kalimat tanya biasa: bersifat menggali informasi, biasanya menggunakan 5W+1H

Pertanyaan Pada Suatu Seminar

Kegiatan seminar selalu diwarnai tanya jawab antarpeserta. Hal ini memberi kesempatan seluas-luasnya kepada peserta untuk menyampaikan pendapat, menambahkan bukti atau alasan, menolak suatu gagasan, memberi tanggapan dan saran, serta partisipasi aktif lainnya. Seorang peserta seminar harus mampu menyimak dengan baik agar dapat menanggapi, memberi pendapat, atau mengajukan pertanyaan sesuai dengan arah pembicaraan.

Sebagai peserta seminar kita dapat mengajukan pertanyaan atau memberikan tanggapan (berupa kalimat persetujuan atau penolakan terhadap pendapat peserta lain). Ada hal yang harus diperhatikan ketika kita mengajukan pertanyaan/tanggapan dalam seminar yaitu hendaknya:

  1. Mengajukan pertanyaan/tanggapan dengan bahasa yang jelas dan tidak berbelit-belit.
  2. Mengajukan tanggapan disertai dengan alasan yang logis, dan pertanyaan diajukan dengan maksud mengetahui apa yang belum kita ketahui bukan untuk menguji kemampuan peserta diskusi lain.
  3. Pertanyaan diajukan dengan sopan, hindari pertanyaan yang dikemukakan dalam bentuk perintah atau permintaan.

  4. Usahakan supaya pertanyaan tidak ditafsirkan sebagai bantahan atau debat.

Jadi jelas, Mengapa Kita Mengajukan Pertanyaan Pada Suatu Seminar? Kita harus mengikuti tata mengajukan pertanyaan/tanggapan dalam seminar seperti di atas. Hal ini sesuai dengan pengertian awalnya yaitu “tanah tempat menanam benih” sehingga kita tidak boleh “mematikan benih yang akan dan sedang tumbuh” sesuai era keterbukaan akademis saat ini.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=YjDsospC_ng]