Tag

, , , , ,

Ketika kita memasuki “Knowledge Age” (Era Pengetahuan), dimana masyarakat harus semakin berpusat pada pembelajaran  atau “Komunitas Pembelajaran” dalam rangka “memberdayakan warganya untuk bersaing dalam ekonomi global dan mempertahankan institusi sosial, budaya dan pemerintahan” (Trilling, 2005, hal .1). Perubahan besar yang kita alami, sebagai sebuah negara, adalah pergeseran dari Zaman Pertanian kepada Era Industri kemudian “Knowledge Based Economy” (Ekonomi Berbasis Pengatahuan).

Pembelajaran di abad 21 memerlukan lebih dari kemampuan dalam membaca, menulis, dan berhitung. Keterampilan Belajar yang penting untuk Abad 21 dinamakan ‘7 C’:

  1. Critical Thinking and Doing (Berpikir dan Melakukan Sesuatu Secara Kritis)
  2. Creativity (Kreativitas)
  3. Collaboration (Kolaborasi)
  4. Cross-cultural understanding (Pemahaman lintas budaya)
  5. Communication (Komunikasi)
  6. Computing (Komputasi)
  7. Career and Learning Self-Reliance (Karir dan Belajar Kemandirian)

Individu yang telah tumbuh dengan teknologi dan mereka yang telah beradaptasi dengan hal itu, berpikir dan bertindak berbeda dari mereka yang tidak nyaman menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pembelajar Abad-21 (21st Century Learners) membutuhkan keterampilan berikut:

  1. Mencari – menggunakan mesin pencari untuk menemukan informasi
  2. Mengumpulkan – grafis, musik, video
  3. Menciptakan – cerita, website, avatar, game, aplikasi
  4. Sharing – situs web, blog, seni, musik, video
  5. Berkomunikasi – email, teks, Skype, mobile
  6. Koordinasi – proyek, rencana perjalanan, kelompok kerja
  7. Pertemuan – forum, chat room, multiplayer game, online dating
  8. Bersosialisasi – situs sosial seperti Facebook, Twitter, LinkedIn
  9. Mengevaluasi – sistem reputasi, sistem rating, penasihat secara online
  10. Pembelian dan Penjualan – situs lelang seperti eBay, forum, belanja online
  11. Gaming – sendirian, satu-satu, multiplayer
  12. Belajar – riset online, kursus online

Kita mungkin tahu ‘5 C’ Teori Belajar sebagai berikut:

  1. Context – Authentic Learning (Konteks – Pembelajaran Otentik)
  2. Construction – Mental Modeling Building (Konstruksi-Membangun Model Mental)
  3. Caring – Intrinsic Motivation (Merawat – Motivasi Intrinsik)
  4. Competence – Multiple Intelligences (Kompetensi – Intelegensia Jamak)
  5. Community – Learning Socially in Groups (Komunitas – Belajar Sosial dalam Grup)

10 Tantangan Belajar Terbesar dengan ICT:

  1. Pembelajaran Yang Dirancang Bersifat Pribadi dan  Universal: Berubah dari “satu ukuran cocok untuk semua” menjadi “ukuran yang tepat untuk masing-masing” menggunakan teknologi untuk membantu personalisasi, diferensiasi, dan memberikan kurikulum yang dirancang secara universal dan lebih fleksibel.
  2. Kolaborasi Lingkungan Belajar Online: Ruang untuk belajar yang bebas spam, mudah digunakan, dan kolaboratif.
  3. “Encylo-media” Perpustakaan Permainan dan  Simulasi Belajar: Perpustakaan online global untuk pembelajaran yang menyediakan akses universal untuk ensiklopedi online  dan simulasi perpustakaan untuk semua mata pelajaran.
  4. Pendekatan Pembelajaran Abad 21 Yang Seimbang: Kita memerlukan keseimbangan secara online dan praktek, di layar dan di lapangan, virtual dan nyata, instruksi dan konstruksi, yang dibimbing guru dan pembelajaran inisiatif siswa.
  5. Mobile Learning Toolkit: Aplikasi mobile yang terintegrasi ke dalam kurikulum yang mudah digunakan siswa.
  6. Portofolio digital dan  Penilaian Yang Terintegrasi: Menangkap ‘snapshot’ karya digital bagi siswa untuk ulasan, penilaian, dan untuk melihat kapasitas mereka tumbuh.
  7. Pengembangan Kepemimpinan untuk Pendidik Digital: Peran teknologi dalam mendorong, mendukung, dan mempertahankan perubahan bagaimana para pendidik belajar dan memimpin.
  8. Ruang Belajar Abad 21: Menyediakan siswa dengan ruang pribadi untuk peralatan digital serta buku-buku mereka untuk kolaborasi kelompok yang didukung komputer.
  9. Alat Bantu Pembelajaran Terpadu: Menciptakan ala bantu yang terintegrasi, open source, dan dipandu untuk menjalankan administrasi.
  10. Bergabung Dengan Aliansi Belajar Global: Bergabung dalam sebuah aliansi internasional pendidikan, bisnis, kesehatan dan pemerintah untuk mengambil tantangan mempersiapkan peserta didik untuk bergabung dengan tenaga kerja berbasis pengetahuan.