Tag

, , , , , ,

Biaya apa saja yang harus dikeluarkan perguruan tinggi dan universitas di Amerika dalam mendidik mahasiswanya? Ini adalah pertanyaan mendasar yang dibahas buku “The Costs of Higher Education: How Much Do Colleges and Universities Spend per Student and How Much Should They Spend?”. Hal ini juga menjadi pertanyaan bagi para direksi dan pimpinan di institusi, organisasi-organisasi pemerintahan, dan para penyandang dana di dunia pendidikan, bahkan menjadi pertimbangan untuk para siswa dan keluarganya untuk memasuki perguruan tinggi/universitas yang akan dimasuki. Bisakah sistem pendidikan tinggi bekerja dengan baik dengan biaya per siswa lebih murah? Haruskah sistem pendidikan bersifat lebih dermawan? Atau apakah masyarakat mempunyai “hak” untuk menentukan nilai yang wajar untuk biaya pendidikan? Pertanyaan-pertanyaan di atas tidak mempunyai jawaban pasti. Pada akhirnya, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan normatif tersebut akan melibatkan penilaian teknis dan prinsip moral.

Tetapi kita bisa melakukan pendekatan untuk mencari jawabannya: dengan mengumpulkan informasi tentang trend pengeluaran, mencari informasi mengenai posisi kompetitif pendidikan saat ini dalam kaitan dengan pengajar dan staf, menelusuri perubahan perubahan harga-harga barang dan jasa, menelusuri kenaikan harga akibat kebijakan pemerintah dan permintaan masyarakat, dan mencari tahu hal-hal lainnya yang berdampak ke biaya pendidikan. Juga memungkinkan untuk mengumpulkan informasi mengenai biaya pengeluaran operasional di institusi-institusi pendidikan untuk mencari kesimpulan mengenai biaya yang dikeluarkan. Investigasi mengenai hal-hal ini adalah agenda utama buku ini. Diharapkan, penelitian ini akan memberi wawasan baru tentang karakteristik dan operasional sistem pendidikan tinggi di Amerika dan apakah usaha yang dilakukan dapat memberikan hasil yang baik.

Perjalanan sistem pendidikan tinggi di Amerika telah mengalami pasang surut dalam waktu lima puluh tahun terakhir. Perguruan tinggi dan universitas, secara individual dan kolektif, terpengaruh oleh peristiwa-peristiwa besar seperti: Great Depression di tahun 1930-an, tiga perang besar, perang dingin, perlombaan antar ras dengan diluncurkannya Sputnik, perubahan-perubahan demografis, dan inflasi. Dalam setengah abad, sulit ditemukan lima tahun di mana kondisi berlangsung relatif stabil.

Di tahun 1970-an, pendidikan tinggi mengalami episode stagnasi ditambah dengan inflasi yang pesat. Dan pada awal tahun 1980-an datanglah periode ketidakpastian yang sebagian diakibatkan oleh berkurangnya jumlah remaja yang termasuk usia pendidikan dan sebagian karena kondisi yang tidak tenang di dalam negeri dan di dunia. Pertanyaan selanjutnya adalah: bagaimana seharusnya respon terhadap berkurangnya jumlah orang yang termasuk usia standar pendidikan? Bagaimana menyelaraskan aturan-aturan pemerintahkan dengan kewenangan otonomi institusi? Bagaimana dengan isu-isu keterbatasan sumber daya dan diskriminasi? Bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, tidak hanya untuk siswa biasa tetapi juga untuk remaja golongan ekonomi lemah, para komuter, dan pelajar usia lanjut? Pertanyaan-pertanyaan ini mempunyai dimensi finansial. Maka pertanyaan terpentingnya adalah: berapa uang yang diperlukan untuk menyelenggarakan sistem pendidikan tinggi di Amerika yang sepantasnya?