Tag

, , , , , , ,

Kemarin saya berenang dengan “Yunior” di Kolam Renang Sabuga dalam rangka mempertahankan “Body Mass Index” (baca: patuangan bayuhyuh). Tidak rutin memang, namun lumayan lah untuk sekedar menyeimbangkan olah raga dan jiwa serta “ngalelempeng hulu ramot”  :-).

Untuk diketahui, Renang telah dikenal sejah zaman pra-sejarah. Dari gambar-gambar yang berasal dari zaman batu diketahui adanya gua-gua bagi para perenang di dekat Wadi Sora sebelah barat daya Mesir. Di Jepang, renang adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh para samurai. Sejarah mencatat, pertandingan renang pertama diselenggarakan oleh Kaisar Suigui pada 36 sebelum Masehi. 

Kemampuan renang sangat penting bagi kita, karena bumi yang kita diami sekitar 70% permukaannya adalah air. Bahkan hampir semua pasukan khusus di dunia mewajibkan anggotanya punya kemampuan berenang yang mumpuni. Ya, mereka menganggap kemampuan Renang adalah bagian dari Kemampuan Untuk Bertahan Hidup.

Namun, terdapat berbagai risiko saat manusia berada di air, baik sengaja maupun tidak sengaja. Kecelakaan di air dapat menyebabkan cedera hingga kematian akibat tenggelam. Oleh karena itu, sebelum memasuki air, perenang harus mencari tahu kedalaman kolam renang, sungai, atau laut yang ingin direnangi. Berenang di sungai atau di laut bisa sangat berbahaya bila terdapat arus deras atau ombak besar secara tiba-tiba. Orang yang sedang dalam pengaruh alkohol dan obat-obatan dilarang untuk berenang.