Tag

, , , , , , ,

Laporan Kegiatan Kewirausahaan Hasil Penjualan

PARASIT ( PISANG AROMA PANGSIT)

Kelompok 1

  

Dosen : Djadja Ahmad Sardjana S.T., M.M.

 

Disusun Oleh :

Gaby Permata           0110u196

Eka Andika .P.          0110u127

Ari Achmad               0105076

Meriani                       0110u324

Rickna Fitria .S.        0110u157

 

 

Fakultas Ekonomi

Universitas Widyatama

 

Pendahuluan

Latar belakang

Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.

Pisang mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.

Berdasarkan cara konsumsi buahnya, pisang dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu pisang meja (dessert banana) dan pisang olah (plantain, cooking banana). Pisang meja dikonsumsi dalam bentuk segar setelah buah matang, seperti pisang ambon, susu, raja, seribu, dan sunripe. Pisang olahan dikonsumsi setelah digoreng, direbus, dibakar, atau dikolak, seperti pisang kepok, siam, kapas, tanduk, dan uli. Buah pisang diolah menjadi berbagai produk, seperti sale, kue, ataupun arak (di Amerika Latin).

Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan. Beragam jenis makanan ringan dari pisang yang relatif populer antara lain Kripik Pisang asal Lampung, Sale pisang (Bandung), Pisang Molen (Bogor), dan epe (Makassar).

            Dalam pembelajaran menjadi seorang pewirausaha pemula kita sebagai mahasiswa mencoba memberikan ide dalam melakukan suatru usaha, usaha ini didasari dari tugas yang diberikan oleh dosen kewirausahaan untuk memenuhi salah satu tugas akhir semester 3.

Kelompok kita adalah terdiri dari 5 orang yang terdiri dari Ari, Eka, Rickna, Gaby, dan Meriani. Pada awalnya kita memulainya dengan cara berdiskusi dan menemukan ide yg terinspirasi dari pisang aroma yang awalnya bernama papangsit (pisang pangsit) namun karena nama tersebut kurang enak didengar namanya di ubah menjadi PARASIT (pisang aroma pangsit).

Usaha ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan suatu profit dan juga mendapatkan pengalaman dalam berwirausaha. Dalam melakukann suatu usaha kita melalui beberapa tahap aspek :

1. Sales

2. Marketing

3. Wawancara Konsumen

4. Sosialisasi produk

 

Pelaksanaan Kegiatan

Waktu dan Tempat

          Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di sekitar kampus dalam waktu yang sama selama 3 hari, yaitu:

          Hari/Tanggal  : Jumat,Sabtu, dan Senin (tanggal 9,10, dan12 Desember 2011)

         Waktu            : Pukul 13.00– 17.00 WIB

Segmen pasar dalam hal ini adalah semua kalangan masyarakat, dari mulai masyarakat tingkat atas, menengah, dan bawah. Harga parasit ini sangan terjangkau sehingga bisa dirasakan oleh semua tingkatan masyarakat. Target market yang dipilih diantaranya adalah mahasiswa, dosen, warga sekitar kampus widyatama dan seluruh masyarakat.

Produk

Makanan yang dibuat adalah makanan ringan dari pisang, yaitu pisang aroma yang berbentuk seperti pangsit. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan parasit ini adalah bahan-bahan yang mudah di dapat di pasaran dan terbilang murah, diantaranya adalah gula pasir, susu, messes, kulit lumpia, minyak goreng, dan bahan utamanya yaitu pisang.

Parasit ini terdiri dari 5 rasa, yaitu rasa manis original, rasa keju coklat, rasa colat, rasa keju, dan rasa susu. Semuanya memiliki sensasi tersendiri. Bentuknya berbeda dari pisang aroma lain, dengan bentuk seperti pangsit, parasit ini bisa menarik rasa penasaran pembeli untuk mencobanya. Dan rasa pada isinya yang bercampur dengan pisang akan membuat pembeli ketagihan.

 

Pencatatan Keuangan Penjualan Parasit

Selama 3 hari (Tgl. 9,10,12 Desember 2011)

 

Tanggal

Keterangan

Debit

Kredit

Saldo

8 Des 2011

Modal awal 5 orang @12.000

Rp.   60.000

 

Rp.   60.000

 

Belanja hari ke 1:

 

 

 

 

·         Pisang 2kg

 

Rp.   8.000

Rp.   52.000

 

·         Lumpia 10 bungkus

@2.500

 

Rp. 10.000

Rp.   42.000

 

·         Susu kaleng

 

Rp.   7.000

Rp.   35.000

 

·         Gula

 

Rp.   4.000

Rp.   31.000

 

·         Minyak goreng

 

Rp. 15.200

Rp.   15.800

 

·         Meises

 

Rp.   5.000

Rp.   10.800

 

·         Plastik bening

3 bungkus @1.000

 

Rp.   3.000

Rp.     7.800

 

·         Tisu makan

 

Rp.   3.000

Rp.     4.800

9 Des 2011

Penghasilan hari ke 1:

45 buah

Rp.   71.000

 

Rp.   75.800

10 Des 2011

Belanja hari ke 2:

 

 

 

 

·         Pisang 2,5kg

 

Rp.   7.500

Rp.   68.300

 

·         Lumpia 10 bungkus @2.500

 

Rp. 10.000

Rp.   58.300

 

·         Keju batang

 

Rp. 15.000

Rp.   43.300

 

·         Meises

 

Rp.   3.500

Rp.   39.800

 

·         Tisu makan

 

Rp.   2.000

Rp.   37.800

 

·         Kantung kresek

 

Rp.   2.000

Rp.   35.800

 

·         Minyak goreng

 

Rp. 12.600

Rp.   23.200

10 Des 2011

Penghasilan hari ke 2:

60 buah

Rp. 120.400

 

Rp. 143.600

12 Des 2011

Belanja hari ke 3:

 

 

 

 

·         Lumpia 3 bungkus

@2.500

 

Rp.   7.500

Rp. 136.100

 

·         Susu 2 bungkus

@2.500

 

Rp.   5.000

Rp. 131.100

12 Des 2011

Penghasilan hari ke 3:

77 buah

Rp. 150.500

 

Rp. 281.600

 

Rincian Biaya Belanja Perhari:

 

*      Belanja hari ke 1:

·         Pisang 2kg                                                 Rp.   8.000

·         Lumpia 10 bungkus @2.500                     Rp. 10.000

·         Susu kaleng                                               Rp.   7.000

·         Gula                                                          Rp.   4.000

·         Minyak goreng                                          Rp. 15.200

·         Meises                                                       Rp.   5.000

·         Plastik bening 3 bungkus @1.000            Rp.   3.000

·         Tisu makan                                                Rp.   3.000

Total                                                         Rp. 55.200

 

*      Belanja hari ke 2:

·         Pisang 2,5kg                                              Rp.   7.500

·         Lumpia 10 bungkus @2.500                     Rp. 10.000

·         Keju batang                                               Rp. 15.000

·         Meises                                                       Rp.   3.500

·         Tisu makan                                                Rp.   2.000

·         Kantung kresek                                         Rp.   2.000

·         Minyak goreng                                          Rp. 12.600

Total                                                         Rp. 52.600

 

*      Belanja hari ke 3:

·         Lumpia 3 bungkus @2.500                       Rp.   7.500

·         Susu 2 bungkus @2.500                           Rp.   5.000

Total                                                         Rp. 12.500

 

 

Pemasaran

            Proses pemasaran parasit dilakukan seperti kebanyakan penjual lainnya yaitu dengan cara promosi ke costumer yang berada dikampus Universitas Widyatama dengan cara mendatangi ke beberapa ukm dan juga dilakukan dengan cara broadcast via bbm dan lewat sms.

            Dalam melakukan pemasaran ketika bertemu langsung dengan costumer kita melakukan beberapa cara dalam menarik pelanggan seperti perkenalan terlebih dahulu, bersikap ramah, dan meyakinkan pembeli terhadap produk tersebut.

 

Penjualan

            Penjualan dilakukan dengan cara menjual produk yang dikemas sendiri dimana penjualan merupakan suatu proses bertemunya seorang penjual dan pembeli untuk melakukan suatu transaksi jual beli guna mencapai kesepakatan dengan tujuan memperoleh laba.

            Dalam proses wirausaha ini kami mencoba menjual suatu produk yang sudah tidak asing lagi dengar di kalangan masyarakat yaitu produk yang diolah dari pisang namun cara penampilannya yang kita ubah menjadi unik dan beda dari pisang aroma pada umumnya.

 

Hasil dan Pembahasan

Analisa Usaha

            Dari keseluruhan kegiatan usaha yang telah kami lakukan selama 3 hari kami dapat menganalisis bahwa usaha yang kita dapat dibilang sukses karena pihak konsumen di lingkungan kampuspun dapat menerima dan juga dilihat dari modal yang kita keluarkan sedikit namun profit yang kita dapat banyak .

            Hal ini juga dapat terjadi karena sebuah strategi yang kita lakukan yaitu dengan cara setiap harinya harga penjualan produk dinaikan secara bertahap sehingga profit yang dihasilkan mengalami peningkatan setiap harinya. Dari kegiatan inipun kami banyak belajar dalam hal pengalaman dan mengetahui bahwa sebagai seorang pewirausaha bukanlah hal yang mudah melainkan membutuhkan kesabaran, keuletan, resiko, dan motivasi yang timbul dalam diri seorang pewirausaha pemula khususnya.

 

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

            Kesimpulan dari melakukan suatu kegiatan ini kita dapat belajar menjadi seorang pewirausaha dimana kita dari awal mencari sebuah ide untuk menciptakan suatu produk, resiko yang harus diambil saat berjualan, dan strategi dalam pemasaran suatu produk. Selain itu kegiatan inipun sangat baik bagi proses belajar mahasiswa sehingga mahasiswa mampu berpikir untuk lebih luas dalam mencari inovasi-inovasi baru dan juga dapat merealisasikan ilmunya dengannya cara turun kelapangan secara langsung.

 

Saran

            Saran dari kita bagi para pewirausaha pemula janganlah takut untuk belajar menjadi seorang pewirausaha karena hal yang terpenting adalah motivasi dalam diri kita dalam menjalankan suatu usaha dan mampu menerima resiko yang ada. Disamping itu juga kita harus mampu bekerja sama dengan rekan-rekan karena dengan demikian suatu usaha dapat berjalan dengan baik dan efisien sehingga dapat menemukan banyak peluang dalam menjalankan suatu usaha.