Tag

,

 

Sering kita lihat tayangan (terutama di TV) dan liputan (media cetak dan elektronik) yang menceritakan sepak terjang seseorang dari nol kemudian menjadi terkenal (From Zero To Hero). Di lain fihak media yang sama mengisahkan juga cerita sedih seseorang yang terkenal menjadi bukan siapa-siapa (From Hero To Zero) dan kembali ke titik nol (Ground Zero).

Dari cerita dan khazanah tersebut ada benang merah yang mungkin perlu kita resapi dan selami bahwa: Tidak selamanya “kesuksesan” itu adalah benar-benar pencapaian yang abadi dan mutlak. Kadangkala itu merupakan perangkap diri (Self Trap) karena salah mempersepsikan sebuah kesuksesan.

Ukuran kesuksesan mutlak (Absolute Successful Measurement) kadangkala bercampur dengan metoda atau takaran yang berbeda untuk setiap orang, kalangan/golongan bahkan bangsa. Sebagai contoh, bila ukurannya penguasaan bangsa, betapa Majapahit telah menguasai bangsa-bangsa di dunia sebagai “Super Power” (So….ini seperti sebuah “arisan” dimana bangsa-bangsa besar pernah menjadi “penguasa dunia”). Ini juga berlaku untuk perseorangan, ada yang mempunyai ukuran bahwa “Tahta (Power/Position), Harta (Wealth/Money) dan Wanita (Spouse)” sebagai acuan kesuksesan.

Variabel yang mutlak adalah waktu (plus takdir/kehendak yang Maha Kuasa) karena sesuatu akan dianggap sukses dalam suatu era dan lokasi geografis (atau mungkin suatu konstelasi), berubah drastis dalam era dan geografis yang berbeda. So…Kalau tidak hati-hati, kesuksesan itu bisa berubah menjadi “mode” yang tidak cocok di segala jaman serta gampang berubah sesuai minat zaman dan lokasi di mana kesuksesan itu diukur.

Penutup:
Kita semua punya pilihan dan kesempatan yang sama untuk mewujudkan “From Zero To Hero” atau “Bisa Juga: From Hero To Zero”.