Tag

, , ,

Menghubungkan diskusi kelas dengan kemampuan menulis dapat membantu Dosen untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa. Tips berikut adalah tentang penggunaan menulis untuk peningkatan diskusi mahasiswa berasal dari Pusat Studi dan Pengajaran “The Ohio State University.”

Bagaimana cara memfasilitasi partisipasi yang produktif dan aktif di kelas? Bagaimana kita bisa menghubungkan keterlibatan di kelas dengan kemampuan menulis yang mahasiswa lakukan di luar kelas?

Mengapa dosen tertarik untuk melakukan diskusi dan pelibatan mahasiswa? Mereka melihat partisipasi dalam kelas sebagai cara untuk memperluas wawasan bagaimana mahasiswa berpikir tentang masalah tertentu atau menginterpretasikan suatu topik tertentu. Beberapa dosen mungkin melihat keterlibatan kelas dengan sedikit gamang, mereka khawatir mungkin saja terjadi  siswa tidak berpartisipasi dan percakapan berhenti, atau jika siswa terjebak dalam perdebatan yang panas tentang topik kontroversial. Menghubungkan diskusi kelas dengan partisipasi mahasiwa untuk menulis dapat membantu dosen memfokuskan tujuan meningkatkan keterlibatan siswa. Menghubungkan keterlibatan kelas dan partisipasi menulis akan menjadi lebih penting bila kita harus menyesuaikan  dengan kelas semester pendek!

Minggu Pertama: Awali dan akhiri kelas Anda dengan beberapa menit menulis bebas.

Hal ini  untuk membantu mahasiswa punya pendirian dan menyimpulkan pikiran mereka sendiri di kelas. Coba angkat masalah atau isu yang relevan ke kelas. Awali kelas Anda dengan memberikan mahasiswa waktu lima menit untuk menulis tentang referensi mereka. Ini akan memberi mereka waktu untuk “ganti persneling” dan fokus pada topik di kelas, dan juga akan memberi mereka sesuatu yang konkret untuk membangun partisipasi kelas. Setelah siswa menulis di akhir kelas, dapat membantu mereka untuk “menarik” pemikiran  selama periode itu. Kemudian mulai mempertimbangkan isu-isu sesi berikutnya, dan menghubungkan diskusi tersebut untuk tugas-tugas mereka. Selain itu, jika Anda memiliki kesempatan untuk mengumpulkan serta memeriksa tulisan mereka, Anda dapat memiliki gambaran yang benar-benar kaya dari apa yang mahasiswa pikirkan dan bagaimana mereka belajar. Anda bahkan tidak perlu menilai refleksi-refleksi tentang topik ini🙂

Tunjukkan bahwa menulis adalah cara yang baik untuk membangun pikiran seseorang, dan bahwa diskusi serta kuliah akan membantu membangun ide dari latihan menulis bebas. Menulis bebas dapat sangat efektif bila Anda mengarahkan mahasiswa langsung terhadap pertanyaan  atau masalah tertentu serta secara eksplisit menghubungkan penulisan yang mahasiswa lakukan untuk pembahasan atau kegiatan berikutnya.

Minggu Berikutnya: Mengembangkan kerja kelompok dan kegiatan diskusi.

Anda meminta mahasiswa untuk praktek menulis dan mengembangkan keterampilan berpikir  yang mereka perlukan untuk tugas-tugas  mereka. Bagilah kelas menjadi kelompok-kelompok dan membuat kegiatan yang mendorong mahasiswa untuk melatih keterampilan yang mereka akan gunakan dalam tulisan mereka dengan cara yang interaktif. Minta kelompok-kelompok itu untuk menulis tanggapan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang ada dan “posting” ke papan diskusi atau membacanya dengan suara keras di kelas.

Sebagai contoh, seorang dosen dalam ilmu sosial dapat meminta siswa untuk membentuk sebuah tesis operasional untuk mengatasi masalah atau menjawab pertanyaan yang luas. Kemudian, kelompok ini bisa berdiskusi variabel potensial yang beririsan dengan tesis kelompok lain, dan anggota kelompok ini bisa merevisi tesis mereka yang lebih baik untuk variabel tersebut.

Seorang dosen eksakta mungkin meminta siswa membangun suatu pernyataan analitis berdasarkan teks yang kelas telah membaca dan menganalisisnya. Kelompok mahasiswa kemudian bisa membaca bukti tekstual yang mendukung dan meragukan atau bertentangan dengan tesis yang ada, serta mereka bisa merevisinya karena menemukan dan mengintegrasikan bukti baru dari teks.

Dosen bisa menampilkan data dari studi yang ada dan meminta kelompok untuk mendiskusikannya serta menulis kesimpulan yang mungkin menarik dari data-data tersebut. Kelompok itu kemudian membaca hasil risetnya, membandingkan dan mengevaluasi kesimpulan mereka dengan laporan penelitian yang sudah ada.

Dosen dapat menekankan bahwa siswa harus mendengarkan setiap pendapat anggota kelompok   melalui dialog kolaboratif, serta menyepakati tesis dan bukti pendukung. Setelah mahasiswa mempraktekannya secara singkat, menulis secara kolaboratif yang informal dapat membantu mereka melihat menulis sebagai sebuah proses  langsung dari keterlibatan kolaboratif. Hal ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk membahas bagaimana kolaborasi tidak terpisahkan dari proses penelitian dan pengetahuan.

Artikel terkait: