Tag

, , , , ,

Baru-baru ini Thiel Foundation, yang didirikan oleh Peter Thiel (pendiri PayPal), memberi beasiswa kepada 20 mahasiswa untuk drop out dari perguruan tinggi dan mengejar ide-ide kewirausahaan mereka. Hal ini mengejutkan sehingga memacu banyak perdebatan apakah pendidikan universitas benar-benar menyediakan banyak manfaat atau universitas sedang dalam perjalanan “yang tidak diinginkan”. Perdebatan Luar biasa  dimulai dengan pendapat bahwa mereka hanya menggunakan 5% dari apa yang dipelajari di perguruan tinggi, sedangkan wirausaha mempelajari segala sesuatu dengan hanya melakukannya. Ditambah ada begitu banyak sumber daya online saat ini sehingga mereka bisa mengajar diri sendiri  yang  benar-benar perlu diketahui.

Mitos 1: Anda Bisa Mengajar Diri Sendiri Untuk Segala Hal

Saya harus mengakui argumen ini “menghibur” tapi salah arah. Mari kita mulai dengan argumen bahwa internet membebaskan orang untuk mendidik diri sendiri, sehingga membuat universitas dan profesor tidak relevan lagi dan menggantinya dengan lembaga-lembaga seperti Kahn Academy atau blogger. Kritik dan klaim bahwa orang bisa mengajar diri sendiri apa pun yang mereka inginkan hanya dengan pergi online. Sayangnya, argumen ini tidak tepat dan menderita bias “kebaruan” yang menuntun orang untuk mengatakan bahwa kehidupan saat ini lebih keras, lebih cepat, atau apa pun julukan lain yang sekarang tampaknya benar. Yang benar adalah bahwa “self-education” selalu mungkin dalam masyarakat  modern, selama beberapa dekade sebelum internet, hanya dengan pergi ke perpustakaan setempat. Jika anda melihat kembali sepuluh tahun yang lalu atau lebih, Anda akan menemukan sekelompok  orang yang memilih otodidak, atau saat ini yang disebut “pahlawan internet”, mengajarkan diri mereka sendiri segala sesuatu yang ingin mereka tahu dengan menghabiskan waktu di perpustakaan. Jadi dalam pandangan saya argumen ini mengacaukan orang dengan situasi dimana selalu ada sekelompok kecil individu yang memilih mendidik diri sendiri dan “self-education” yang sebenarnya selalu tersedia di masyarakat modern. Tentu saja dalam perpustakaan di masa lalu, mungkin memiliki beberapa keterbatasan, namun keterbatasan ini tidak semuanya buruk.

Sementara internet memungkinkan lebih banyak konten tersedia, itu juga dapat berarti bahwa banyak konten yang relevan, sebagian akurat, atau secara halus menyesatkan. Ini juga berarti bahwa ketika seseorang memerlukan pendidikan, cara tersebut akan mengambil banyak waktu untuk memilah-milah banyak bahan dalam menemukan gagasan inti. Alasan yang benar adalah bahwa kebanyakan orang tidak cukup termotivasi atau mungkin tidak memiliki wawasan intuitif, bagaimana  mengarahkan pencarian  untuk benar-benar mendidik diri mereka sendiri.

Disinilah peran sebuah universitas menyediakan kerangka kerja belajar dan menyediakan panduan pembelajaran. Ini peran penting untuk pendidik membimbing  dan merupakan salah satu alasan mengapa universitas akan tetap ada dan bertahan.

Mitos 2: Anda Bisa Mengajari Diri Segalanya Secara Online

Untuk argumen ini beberapa kritik mungkin menanggapi bahwa suatu program tidak dapat ditawarkan secara online mengganti struktur universitas dan kelas. Tentu saja program dapat ditawarkan secara online dan itu  bermanfaat. Saya tidak ingin berdebat terhadap nilai pendidikan online. Namun, penting untuk mengakui bahwa elemen penting pendidikan adalah elemen sosial. Belajar dari sesama siswa serta membuat koneksi tersebut adalah berharga karena mereka adalah bagian penting dari bagaimana Anda belajar dan apa yang Anda pelajari. Ini terjadi pada dua tingkat: pertama, bagaimana rekan-rekan siswa membantu Anda mempelajari dan kedua, Anda mengetahui dalamnya proses pembelajaran. Sebagai ilustrasi, bahkan dalam cerita inspirasi Sugata Mitra  tentang pendidikan di India, elemen sosial pendidikan adalah penting – siswa saling mendidik satu sama lain. Sebagai ilustrasi sederhana pentingnya mengenal proses ini, kita perlu mempertimbangkan nilai-nilai pendidikan dari Harvard Business School kepada siswa. Setiap siswa dapat mengakses konten HBS di hampir semua sekolah bisnis di tempat lain (sekolah bisnis banyak menggunakan konten yang sama, kasus yang sama, dan dosen yang sama-sama cerdas), tapi Harvard menawarkan sekolah bisnis mereka kepada siswa yang tidak dapat direplikasi dimana hubungan sosial antara siswa – yang sama bermanfaat atau lebih dari konten pembelajaran.

Mitos # 3: Saya Tidak  Mempergunakan Apapun Dipelajari di Universitas

Mungkin mitos  paling merusak yang saya dengar  datang dari orang yang mengklaim mereka hanya menggunakan 5% dari apa yang mereka pelajari di perguruan tinggi. Masalahnya adalah mereka hanya melihat 5% dari apa yang mereka pelajari di perguruan tinggi. Mereka tidak mengakui bahwa mereka belajar beberapa keterampilan yang paling menantang di dunia yaitu untuk belajar dan telah memberikan kontribusi untuk keberhasilan mereka: misalnya, bagaimana berpikir kritis, menulis kritis, dan paparan domain pengetahuan yang membantu mereka melihat  masalah dan bagaimana mengatasinya. 

Mungkin yang terburuk dari semua itu, mereka mengabaikan nilai yang luas untuk timbulnya banyak ide. Beberapa inovasi yang paling penting dalam hidup kita berasal dari paparan hal-hal yang tadinya tidak mungkin kita berpikir dan dianggap  tidak berguna. Sebagai contoh, Steve Jobs menyatakan bahwa salah satu kelas yang paling penting dia ikuti di kampus adalah kaligrafi. Kaligrafi?  Jobs memberikan apresiasi untuk estetika dan keindahan yang belum diterapkan ke teknologi Apple  saat itu dan yang secara fundamental mengubah pendekatan awal dan kemudian mengintegrasi desain dan teknologinya. 

Demikian pula, dalam sebuah ceramah di Stanford, Steve Ballmer berpendapat bahwa kelas yang paling penting ia ambil di perguruan tinggi adalah “Mengelola Organisasi Seni”. Apa? Kedengarannya seperti omongan limbah untuk CEO dari salah satu perusahaan terbesar di dunia teknologi. Salah! Ballmer mengklaim bahwa tentu saja hal itu menolong dia melihat bagaimana orang-orang memiliki motivasi berbeda dalam pekerjaan yang mereka lakukan dari hanya keputusan berbasis keuntungan, yang ternyata sangat penting untuk mengelola perusahaan teknologi yang perlu lebih sering peduli  tentang memiliki manfaat daripada sekedar mencari uang.

Mitos # 4: Beasiswa Thiel Sebenarnya Katakanlah Sesuatu Tentang Pendidikan 

Daripada melihat tindakan Beasiswa Thiel, karena beberapa “tembakan yang akurat” terhadap pendidikan seperti di atas, biarkan saya menyarankan penjelasan yang lebih sederhana: itu hanya sebuah strategi investasi. Salah satu keprihatinan utama dalam investasi tahap awal adalah akses ke “aliran kesepakatan eksklusif”-kesepakatan yang hanya Anda yang miliki bahwa Anda memiliki akses lebih awal dari orang lain. Gelembung investasi telah berkembang di Silicon Valley beberapa waktu sekarang dan saya pikir Thiel hanya lebih ekstrim untuk strategi investasinya – menberikan akses penawaran yang hebat dan menarik dengan melakukannya lebih awal daripada orang lain.

Nilai Kebenaran: Universitas Masih Butuh Perubahan

Sebagai penutup, nila-nilai inti dari pendidikan universitas masih sangat relevan. Yang perlu ditekankan adalah universitas masih perlu berubah. Ketersediaan pendidikan universitas tampaknya masih terbatas  danhanya sebagian kecil dari penduduk dunia memiliki akses (dan ide-ide Sugata Mitra menginspirasi saya tentang kemungkinan). Hal yang lain, mengingat argumen-argumen yang  di atas, pendidikan universitas bisa menjadi jauh lebih bersifat sosial dan jauh lebih berdampak. Akhirnya, apa yang kita ajarkan dan cara kita mendidik memiliki kesempatan untuk berubah, khususnya di bidang inovasi dan kewirausahaan. Saya pikir kita dapat membuat lompatan kuantum dalam mengajar wirausaha sehingga mereka pergi dengan mengatakan “Universitas yang mengubah hidup saya” daripada “Universitas yang menyia-nyiakan hidupku.” Alasan mengapa kita perlu mengubah paradigma ini yang memiliki banyak hubungan dengan sejarah untuk membentuk landasan sebagai masa depan kita

Tulisan Nathan Furr yang dimuat di majalah Forbes (http://blogs.forbes.com/nathanfurr/2011/06/24/universities-are-dead-long-live-universities/)