Tag

, , , , , ,

Roerich N.K. Tibet. Himalayas. 1933.

Roerich N.K. Tibet. Himalayas. 1933.

Perjalanan Hidup Manusia Kalau seorang anak punya cita-cita sebagai pilot, insinyur, ulama, dokter, guru, tentara dan sebagainya…… Mungkin mereka telah memikirkan secercah karir masa depan yang akan dipilih….. Kadang-kadang pilihan itu berubah sesuai beranjaknya waktu dan keadaan yang mempengaruhinya…….

Kesuksesan? Coba simak deskripsi dan fakta sebagai berikut:

  • John Wood, seorang eksekutif cemerlang dari Microsoft, setelah melakukan pendakian ke Himalaya tiba-tiba memutuskan untuk berhenti dan Microsoft, “pensiun” dari perusahaannya mengabdikan hidupnya dengan mendirikan yayasan “Room to Read” yang Foundation. pada Oktober 2010 telah membuka/mendirikan lebih dari  3.300 perpustakaan dengan 2 juta buku.
  • Bill Gates, Sang Pendiri/Pemilik Mayoritas dan mendedikasikan dirinya kepada Gates Foundation
  • Onno W. Purbo, Sang Suhu Internet Indonesia, memilih “berpindah ke lain hati” dari institusinya dan berkarier sebagai seorang “Ronin” (Pendekar/Samurai Tanpa Tuan/Majikan) seperti Miyamoto Musashi dengan komitmen ingin memberikan kontribusi lebih banyak dan luas pada orang lain
  • Budi Rahardjo, Pendekar Telematika  Serba Bisa, yang mempunyai karir beragam mulai dari dosen, konsultan, pengusaha, penulis, pemusik bahkan  beberapa kali jadi Khatib Jumat.

Malcom Gladwell (2008) yang meneliti tentang kesuksesan manusia menemukan karya-karya besar ternyata tidak ditentukan oleh tingginya skor IQ yang dimiliki manusia, latar belakang keluarga, tanggal lahir, darah biru atau bukan, melainkan oleh dedikasi suci dalam mencari pintu keluar dari berbagai labirin kesulitan. Ia menyebut dedikasi itu sebagai suatu kecerdasan praktis Talenta atau bakat itu hanyalah sebuah kesempatan, namun untuk menjadi ”sesuatu”, bakat itu harus diasah agar ia mengeluarkan aura cahayanya dan menemukan pintunya (Maxwell, 2007)

Iklan